GAGASAN
ERIKSON MENGENAI IDENTITAS
Pandangan
Erikson mengenai identitas versus kebingungan identitas (identity versus confusion), tahap kelima menurut Erikson,
berlangsung selama masa remaja. Dimasa ini, remaja harus memutuskan siapakah
mereka itu, apa keunikannya, dan apa yang menjadi tujuan hidupnya. Mereka
dihadapkan pada berbagai peran pekerjaan hingga peran dalam relasi romantic. Sebagai bagian dari eksplorasi identitasnya, remaja mengalami psychosocial moratorium, istilah yang digunakan Erikson merujuk pada kesenjangan pada kesenjangan antara rasa aman masa anak-anak dengan otonomi di masa dewasa. Dalam proses mengeksplorasi dan mencari identitas budayanya, mereka sering kali bereksperimen dengan berbagai peran. Anak muda yang berhasil mengatasi peran-peran yang saling berkonflik satu sama lain ini beridentifikasi dengan sebuah penghayatan mengenei diri yang baru, yang menyegarkan dan dapat diterima. Menurut Erikson, remaja yang tidak berhasil mengatasi krisis identitas akan menderita kebingungan identitas (identity confusion). Mereka ini dapat menarik dir, mengisolasi diro dari kawan-kawan dan keluarga, atau membenamkan dirinya dalam dunia kawan-kawan dan kehilangan identitasnya sendri dalam kerumunan itu.
Daftar Pustaka :
Santrock, John W. 2007.
Remaja Edisi Kesebelas. Jakarta :
Penerbit Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar